Cara Menyikapi Anak Yang Pendiam & Suka Sendiri

Cara Menyikapi Anak Yang Pendiam

PrimaDaily – Bagaimana cara menyikapi anak yang pendiam? Pertanyaan ini bukanlah hanya tertuju kepada orangtua saja, melainkan bisa kepada beberapa orang yang sering terlibat dengan anak yang pendiam.

Anak yang pendiam memang disenangi banyak orang, akan tetapi masalah yang kerap timbul yaitu anak menjadi kurang bisa bersosialisasi. Ciri-ciri anak yang pendiam:

  • selalu menyendiri
  • bermain sendiri
  • tak banyak bicara
  • sulit melakukan aktivitas bertanya
  • jarang tertawa
  • jarang memiliki teman dekat
  • selalu memperhatikan orang disekelilingnya tanpa bicara

Saat anda menghadapi demikian, cobalah untuk melakukan pendekatan secara langsung. Berikut ini tips bagi anda yang sering terlibat dengan anak-anak yang pendiam.

CARA MENYIKAPI ANAK YANG PENDIAM

Dekati dia, tanyakan pertama: siapa namamu?

Bila anda adalah seorang guru, pastilah di dalam setiap kelas memiliki anak yang aktif, selalu ribut, ceria, bahkan pendiam. Yang pertama kali anda lakukan mencoba mencairkan suasananya. Sebagai permulaan, tanyakan kepada si anak ‘siapa namamu?’. Ini bisa memantik reaksinya.

Berikan sebuah lelucon atau kalimat lelucon

Saat bersamanya setelah anda mengetahui nama anak pendiam tersebut, cobalah untuk melontarkan seuah kalimat yang bisa membentuk lengkungan manis dibibirnya. Bila ia berhasil tertawa, maka satu langkah anda sudah bisa mendekatinya. Misalnya anda bisa mengucapkan sebuah bahasa yang salah atau juga menirukan suara-suara kejepit, dll.

Berikan ilustrasi anak ceria

Mendekati anak yang pendiam memang terbilang sulit. Cobalah untuk menjelaskan sebuah ilustrasi cerita yang menggambarkan anak ceria. Misalnya anda bisa mengisahkan sebuah tokoh kartun spongebob yang selalu ceria meski squidword tidak menyukainya karena aksinya yang selalu mengganggu aktivitas squidword bermain clarinet.

Ajak sejumlah anak lain bermain tebak-tebakan bersamanya

Yang satu ini bisa menarik perhatiannya saat anak lain sedang berinteraksi satu sama lain. Cobalah untuk memberikan hadiah kepada setiap anak yang berhasil menjawab tebakan, misalnya sebuah permen atau coklat koin.

Caritahu keseharian anak di rumah

Anda bisa secara diam-diam pergi ke rumah anak untuk mencaritahu apa saja kebiasaanya saat berada di rumah, termasuk hobinya. Tanyakan kepada orangtuanya saat si anak sedang pergi ke sekolah atau sedang les. Informasi tersebut bisa perlahan mengubah anak menjadi lebih mau bersosialisasi dengan teman sebayanya.