Mengenal Apa Itu Warga Suku Baduy

Warga Suku Baduy

PrimaDaily – Mengenal warga suku baduy itu penting. Mungkin anda pernah melihat warga suku baduy atau badui melintas di jalanan tanpa alas kaki, berikat kain di kepala, dan mengenakan pakaian sederhana. Kelompok etnis masyarakat adat seperti mereka bermukim di kabupaten Lebak, Banten. Atau lebih tepatnya di kaki pegunungan Kendeng desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak, Banten.

Menurut wikipedia, populasi orang baduy ada sekitar 26 ribu orang dan mereka merupakan salah satu suku yang menutup diri dari dunia luar. Terutama warga suku baduy dalam, mereka berkeyakinan tabu untuk didokumentasikan. Selain itu sebagian dari mereka telah menganut agama islam. Sedangkan sebagian lainnya masih menganut kepercayaan sunda wiwitan.

Suku baduy juga menyebut dirinya sebagai urang kanekes. Mereka juga menggunakan bahasa Indonesia, selain berbicara dalam bahasa sunda. Untuk kata baduy sendiri diartikan dengan sebutan dari penelitia Belanda yang mengacu pada kesamaan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang suka berpindah-pindah.

Lihat Juga: Tradisi Antar Rantang Lebaran Sudah Dilakukan Secara Turun Temurun

3 Lapisan Suku Baduy

Ada 3 lapisan suku baduy yaitu:

1. Baduy Dalam

Baduy dalam disebut pula dengan baduy jero, dimana mereka bermukim di pelosok tanah adat. Biasanya pakaian mereka adalah serba berwarna putih. Selain itu kepercayaan sunda wiwitan juga masih sangat kental di sini karena warga baduy dalam menganggap telah memiliki kedekatan dengan leluhur.

Orang-orang baduy dalam tidak mengenyam pendidikan seperti jaman sekarang. Mereka kebanyakan bekerja sebagai petani dan peternak. Ketika mereka berjalan, orang baduy dalam akan melepas kasutnya sebab bagi mereka hidup adalah apa adanya.

Uniknya, lapisan baduy dalam ini dilindungi eksitensinya oleh suku baduy luar dan baduy dangka. Kedua lapisan masyarakat ini bertugas dalam menyaring informasi dari dunia luar. Sehingga adat istiadat dari masyarakat baduy dalam tetap terjaga kelestariannya.

2. Baduy Dangka

Baduy dangka tinggal di luar tanah adat dan tidak terikat oleh kepercayaan animisme sunda wiwitan. Tidak seperti baduy dalam yang tidak mengemban pendidikan, lapisan baduy dangka sudah mengenyam pendidikan dan paham teknologi.

3. Baduy Luar

Lapisan suku baduy yang ketiga ini disebut tinggal di dalam tanah adat serta masih mempercayai aliran sunda wiwitan sebagaimana yang dijunjung oleh suku baduy. Meski kehidupan mereka masih tradisional namun mereka sudah melek teknologi dan pendidikan. Ciri khas yang menandakan baduy dangka yaitu pakaiannya serba hitam dengan ikat kepala berwarna biru.