Jangan Tertipu! Ini Tips Membedakan Madu Hutan Asli dengan Oplosan

Beda Madu Hutan Asli dengan Oplosan

PrimaDaily – Anda bisa mengenali secara jelas mana yang menjadi madu hutan asli dengan madu oplosan dengan beberapa cara yang ada dalam artikel kali ini. Mengapa demikian? Tentu supaya anda jangan tertipu saat hendak membeli madu.

Untuk madu oplosan, biasanya ditambahkan gula ataupun pemanis buatan. Sementara madu hutan sendiri berasal dari jenis lebah yang hidup bebas di hutan, yakni lebah apis dorsata. Secara umum, lebih ini lebih besar dari lebah ternak dan mereka akan mengolah madu dari sari bunga asli atau nektar.

Selain itu madu hutan juga dipercaya lebih berkhasiat bagi tubuh manusia. Berikut beda madu hutan asli dengan madu oplosan.

1. Warna Madu

Kualitas warna madu hutan memiliki warna lebih bening, cenderung cerah, dan tidak keruh. Namun anda bisa memperhatikan pula jika madu tersimpan lama dan muncul endapan pada dasar madu maka kualitas madu tersebut tandanya tidak bagus. Itu bisa terjadi oleh karena proses panen yang salah.

2. Mitos Semut

Gunakan cara berbeda yakni dengan mitos semut. Melansir dari Grid, hal ini karena ada mitos beredar untuk membedakan madu tersebut asli atau bukan bisa terlihat dari suka atau tidaknya semut terhadap madu tersebut. Konon jika semut menyukai madu tersebut maka madu merupakan jenis oplosan gula.

3. Coba Masukkan Ke Lemari Es

Cobalah meletakkan madu ke dalam kulkas (bisa juga ke dalam freezer) selama satu hari satu malam. Setelah itu lihatlah sekat antara air dengan madu yang murni. Pada madu oplosan, air akan naik ke atas lalu madu berada pada bagian bawahnya. Sedangkan terhadap madu asli, madu tidak akan memiliki sekat pemisah.

Untuk menikmati madu, siapapun boleh menikmatinya mulai dari anak-anak hingga orangtua berusia lanjut (lanjut). Akan tetapi ada baiknya tak usah terburu-buru untuk memberikan madu kepada bayi yang masih berusia 1 tahun ke bawah sebab khawatir dapat memicu botulisme. Botulisme sendiri adalah sebuah kondisi atau penyakit yang menyebabkan kekakuan otot dan bisa bersifat fatal.